Sabtu, 30 Mei 2015

STIMULASI DAN INTERVENSI



Stimulasi Dan Intervensi



Pengertian Stimulasi

Stimulasi adalah adalah rangsangan yang dilakukan sejak bayi baru lahir (bahkan sebaiknya sejak di dalam kandungan) dilakukan setiap hari, untuk merangsang semua sistem indera (pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, pengecapan).


Pengertian Intervensi

Intervensi dini biasanya dilakukan pada anak usia sekolah atau bisa juga dilakukan pada anak yang lebih kecil usianya untuk dideteksi apakah mengalami resiko kondisi perkembangan yang tidak sesuai usia atau berbagai kebutuhan khusus lainnya. Sehingga dapat memperbaiki masalah-masalah perkembangan yang ada dan mengantisipasi 
Intervensi menurut KBBI adalah campur tangan. Intervensi dini adalah suatu upaya yang dilakukan untuk anak dengan hambatan pada perkembangan. Indri Savitri, Psi dari LPTUI, Jakarta menjelaskan bahwa Intervensi dini adalah menelaah, mengamati perkembangan anak pada usia dini, antara 0-2 tahun.



Apabila ingin lebih LENGKAP tentang Stimulasi Dan Intervensi silahkan download versi Power Point nya di bawah ini 




TERIMA KASIH

Senin, 18 Mei 2015

Anak Berkebutuhan Khusus

 A. pengertian

Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami kelainan karena faktor permanen atau temporer dari segi intelektual, mental, emosi dan fisik atau gabungannya. Sehingga membutuhkan layanan pendidikan khusus.                                                                                               B.    Jenis-jenis ABK dan Karakteristik

a.      Tuna netra
Anak yang mengalami gangguan daya penglihatannya, berupa kebutaan  menyeluruh atau sebagian , dan walaupun telah diberi pertolongan dengan alat  – alat khusus , mereka masih tetap memerlukan pelayanan pendidikan khusus.

Ø  Karakteristik Anak Tuna Netra:
1.      Tidak mampu melihat
2.      Tidak mampu mengenali pada jarak 6 m
3.      Kerusakan nyata pada kedua bola mata
4.      Sering meraba – raba / tersandung waktu berjalan
5.      Mengalami kesulitan mengambil benda kecil didekatnya.
6.      Bagian bola mata yang hitam berwarna keruh / bersisik/kering
7.      Pandangan hebat pada kedua bola mata
8.      Mata yang bergoyang terus
b.      Tuna Rungu
anak yang kehilangan seluruh atau sebagian  daya pendengarannya sehingga tidak atau kurang  mampu berkomunikasi secara verbal dan walaupun  telah diberikan pertolongan dengan alat  bantu dengar  masih tetap  memerlukan  pelayanan pendidikan khusus.
Ø  Karakteristik anak Tuna rungu

1.      Secara nyata tidak mampu dengar
2.      Terlambat perkembangan bahasa
3.      Sering menggunakan isyarat dalam berkomunikasi
4.      Kurang/ tidak tanggap bila diajak bicara
5.      Ucapan kata tidak jelas
6.      Kualitas suara aneh /monoton
7.      Sering memiringkan kepala dalam usaha mendengar
8.      Banyak perhatian terhadap getaran
9.      Keluar cairan nanah dari kedua telinga.

c.       Tuna Grahita
Anak yang mengalami hambatan dan keterbelakangan perkembangan mental intelektual jauh di bawah rata - rata   sedemikian rupa sehingga mengalami kesulitan dalam tugas – tugas akademik, komunikasi maupun social, dan karenanya memerlukan layanan pendidikan khusus.
Ø  Karakteristik anak Tuna Grahita

1.      Penampilan fisik tidak seimbang, misalnya kepala terlalu kecil / besar
2.      Tidak bisa mengurus diri sendiri sesuai usia
3.      Perkembangan bicara /bahasa terlambat
4.      Tidak ada/kurang sekali perhatiannya terhadap lingkungan (pandangan kosong)
5.      Koordinasi gerakan kurang (gerakan serina tidak terkendali0
6.      Sering keluar ludah (cairan) dari mulut (ngiler)
7.      Anak kembar sedunia (down syndrome)

d.      Tuna Daksa
Anak yang mengalami kelainan atau cacat yang menetap pada alat gerak (tulang,sendi,otot)sedemikian rupa sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus.jika mereka mengalami ganguan gerakan karena kelayuan pada fungsi syaraf otak,mereka disebut Cerebral Palsy (CP).
Ø  Karakteristik anak Tuna Daksa

1.      Anggota gerak tubuh kaku/lemah/lumpuh
2.      Kesulitan dalm gerak (tidak sempurna,tidak lentur/tidak terkendali)
3.      Terdapat bagian anggota gerak yang tidak lengkap/tidak sempurna/lebih kecil dari biasanya
4.      Terdapat cacat pada alat gerak
5.      Jari  tangan kaku dan tidak dapat menggengam
6.      Kesulitan padasaat berdiri / berjalan /duduk dan menunjukkan sikap tubuh tidak normal

e.       Tuna Laras
anak tunalaras adalah anak yang bertingkah laku kurang sesuai dengan lingkungan. Perilakunya sering bertentangan dengan norma-norma yang terdapat didalam masyarakat tempat ia berada.
Ø  Karakteristik anak Tuna Laras
1.      Anak yang mengalami kekacauan tingkah laku
2.      Anak yang sering merasa cemas dan menarik diri
3.      Anak yang kurang dewasa
4.      Anak yang agresif bersosialisasi

f.       Autisme
Autisme adalah kelainan perkembangan sistem saraf pada seseorang yang kebanyakan diakibatkan oleh faktor hereditas dan kadang-kadang telah dapat dideteksi sejak bayi berusia 6 bulan. Deteksi dan terapi sedini mungkin akan menjadikan si penderita lebih dapat menyesuaikan dirinya dengan yang normal

Ø  Karakteristik anak Autisme

1.      Menghindari kontak langsung seperti pelukan atau kontak mata.
2.      Tidak menjawab panggilan atau suara lainnya.
3.      Tidak menjawab jika ditanya tentang namanya.
4.      Tidak berbicara atau menggunakan bahasa dengan benar.
5.      Menggelengkan/mengombang-ambingkan bolak-balik, memutar atau membenturkan kepalanya.
6.      Tatapan atau pandangan mata hanya pada sebagian objek, seperti pandangan pada
7.      bagian roda dari sebuah mainan mobil.
8.      Tidak memahami gerak isyarat tangan atau bahasa tubuh.
9.      Tidak berpura-pura atau bermain dengan permainan-permainan yang membuat percaya