Anak berkebutuhan khusus adalah
anak yang mengalami kelainan karena faktor permanen atau temporer dari segi
intelektual, mental, emosi dan fisik atau gabungannya. Sehingga membutuhkan
layanan pendidikan khusus. B. Jenis-jenis ABK dan Karakteristik
a.
Tuna
netra
Anak yang mengalami gangguan daya
penglihatannya, berupa kebutaan menyeluruh atau sebagian , dan walaupun
telah diberi pertolongan dengan alat – alat khusus , mereka masih tetap
memerlukan pelayanan pendidikan khusus.
Ø Karakteristik
Anak Tuna Netra:
1. Tidak
mampu melihat
2. Tidak
mampu mengenali pada jarak 6 m
3. Kerusakan
nyata pada kedua bola mata
4. Sering
meraba – raba / tersandung waktu berjalan
5. Mengalami
kesulitan mengambil benda kecil didekatnya.
6. Bagian
bola mata yang hitam berwarna keruh / bersisik/kering
7. Pandangan
hebat pada kedua bola mata
8. Mata
yang bergoyang terus
b.
Tuna
Rungu
anak yang kehilangan seluruh atau
sebagian daya pendengarannya sehingga tidak atau kurang mampu berkomunikasi
secara verbal dan walaupun telah diberikan pertolongan dengan alat
bantu dengar masih tetap memerlukan pelayanan pendidikan
khusus.
Ø Karakteristik
anak Tuna rungu
1. Secara
nyata tidak mampu dengar
2. Terlambat
perkembangan bahasa
3. Sering
menggunakan isyarat dalam berkomunikasi
4. Kurang/
tidak tanggap bila diajak bicara
5. Ucapan
kata tidak jelas
6. Kualitas
suara aneh /monoton
7. Sering
memiringkan kepala dalam usaha mendengar
8. Banyak
perhatian terhadap getaran
9. Keluar
cairan nanah dari kedua telinga.
c.
Tuna
Grahita
Anak yang mengalami hambatan dan keterbelakangan
perkembangan mental intelektual jauh di bawah rata - rata
sedemikian rupa sehingga mengalami kesulitan dalam tugas – tugas akademik,
komunikasi maupun social, dan karenanya memerlukan layanan pendidikan khusus.
Ø Karakteristik
anak Tuna Grahita
1. Penampilan
fisik tidak seimbang, misalnya kepala terlalu kecil / besar
2. Tidak
bisa mengurus diri sendiri sesuai usia
3. Perkembangan
bicara /bahasa terlambat
4. Tidak
ada/kurang sekali perhatiannya terhadap lingkungan (pandangan kosong)
5. Koordinasi
gerakan kurang (gerakan serina tidak terkendali0
6. Sering
keluar ludah (cairan) dari mulut (ngiler)
7. Anak
kembar sedunia (down syndrome)
d.
Tuna
Daksa
Anak yang mengalami kelainan atau cacat
yang menetap pada alat gerak (tulang,sendi,otot)sedemikian rupa sehingga
memerlukan pelayanan pendidikan khusus.jika mereka mengalami ganguan gerakan
karena kelayuan pada fungsi syaraf otak,mereka disebut Cerebral Palsy (CP).
Ø Karakteristik
anak Tuna Daksa
1. Anggota
gerak tubuh kaku/lemah/lumpuh
2. Kesulitan
dalm gerak (tidak sempurna,tidak lentur/tidak terkendali)
3. Terdapat
bagian anggota gerak yang tidak lengkap/tidak sempurna/lebih kecil dari
biasanya
4. Terdapat
cacat pada alat gerak
5. Jari
tangan kaku dan tidak dapat menggengam
6. Kesulitan
padasaat berdiri / berjalan /duduk dan menunjukkan sikap tubuh tidak normal
e.
Tuna
Laras
anak tunalaras adalah anak yang
bertingkah laku kurang sesuai dengan lingkungan. Perilakunya sering
bertentangan dengan norma-norma yang terdapat didalam masyarakat tempat ia
berada.
Ø Karakteristik
anak Tuna Laras
1. Anak
yang mengalami kekacauan tingkah laku
2. Anak
yang sering merasa cemas dan menarik diri
3. Anak
yang kurang dewasa
4. Anak
yang agresif bersosialisasi
f.
Autisme
Autisme adalah kelainan
perkembangan sistem
saraf pada seseorang yang kebanyakan diakibatkan oleh faktor
hereditas dan kadang-kadang telah dapat dideteksi sejak bayi berusia 6 bulan.
Deteksi dan terapi sedini mungkin akan menjadikan si penderita lebih dapat
menyesuaikan dirinya dengan yang normal
Ø Karakteristik
anak Autisme
1. Menghindari kontak langsung seperti pelukan atau kontak mata.
2. Tidak menjawab panggilan atau suara lainnya.
3. Tidak menjawab jika ditanya tentang namanya.
4. Tidak berbicara atau menggunakan bahasa dengan benar.
5. Menggelengkan/mengombang-ambingkan bolak-balik, memutar atau
membenturkan kepalanya.
6. Tatapan atau pandangan mata hanya pada sebagian objek,
seperti pandangan pada
7. bagian roda dari sebuah mainan mobil.
8. Tidak memahami gerak isyarat tangan atau bahasa tubuh.
9. Tidak berpura-pura atau bermain dengan permainan-permainan
yang membuat percaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar